CATUR
CATUR
Sebelum bermain catur kalian harus mengetahui seluruh Bidak pada catur dalam catur. Dalam catur terdapat RAJA, Raja adalah tujuan kita jika bermain catur.Raja hanya bisa bergerak 1 petak ke semua arah. Jika Raja tidak terkena skak tapi Raja tidak bisa bergerak maka game akan dianggap STALEMATE/KEBUNTUAN, Skak adalah suatu kondisi Raja terkena ancaman dari bidak catur, jika Raja tidak bisa bergerak dan Raja sedang di ancam maka akan dianggap SEKAKMAT, didalam catur kalian juga bisa menawarkan SERI/DRAW dengan kesetujuan kedua pihak. Berikut adalah bentuk dan posisi dari Raja saat di awal permainan
Menteri, Ratu, atau Ster (♕,♛) dalam catur adalah bidak catur yang paling kuat, yang dapat bergerak secara vertikal, horizontal, ataupun diagonal ke segala arah. Pada awal permainan, masing-masing pemain memiliki satu buah menteri yang terletak di samping raja. Menteri putih terletak di kotak putih, dan menteri hitam terletak di kotak hitam. Karena menteri adalah buah catur yang terkuat, banyak pemain yang menukarkan bidak (promosi) menjadi menteri. Menteri putih berawal di posisi d1, sementara menteri hitam di d8. Menteri dapat diibaratkan seperti gabungan dari bentengBenteng (♖ ♜, terjemah dari bahasa belanda, toren, "gerbang", "benteng") adalah bidak catur yang bergerak secara horizontal ataupun vertikal, dan dapat berpartisipasi dalam gerakan istimewa, yaitu rokade. Masing-masing pecatur memiliki dua benteng yang terletak di ujung papan catur.
Benteng dilambangkan dalam notasi catur, yaitu B.1. Benteng putih berawal di a1 dan h1, sedangkan benteng hitam dimulai di a8 dan h8. Benteng bergerak secara horizontal ataupun vertikal, tetapi buah catur ini tidak dapat melewati buah catur kawannya dengan melompat. Cara memakannya adalah dengan mengerakkan ke arah buah catur lawannya yang terletak di suatu petak.
Selain itu, benteng dapat berpartisipasi dengan Raja dalam sebuah gerakan yang istimewa, yang dinamakan rokade; pada langkah ini, raja dipindahkan ke suatu petak yang dilalui raja setelah raja pindah dua petak ke arah benteng. Pada babak akhir permainan, benteng merupakan buah catur yang paling terkuat saat bidak-bidak tidak menghalanginya dan dapat bergerak serta mengendalikan sejumlah petak di papan catur. Akan tetapi, benteng dapat dikatakan agak ceroboh saat bidak lawan hendak maju mencapai promosi; kecuali apabila benteng dapat menguasai lajur di belakang bidak yang hendak maju. Selain itu, benteng dapat mendukung bidak kawannya yang hendak mencapai promosi dengan meletakkannya di belakang bidak pada lajur yang sama .Benteng sangat mahir dalam melakukan sekakmat kepada raja lawan.
Gajah, peluncur, uskup, kuncung, atau rencong(♗,♝) adalah salah satu jenis bidak catur dalam permainan papan catur. Tiap pemain memulai permainan dengan dua gajah. Satu gajah diletakkan di antara kuda raja dan raja. sedangkan gajah lainnya diletakkan di antara kuda ratu dan ratu. Dalam notasi aljabar, kotak awal untuk gajah putih adalah c1 dan f1, sedangkan untuk gajah hitam adalah c8 dan f8.
Istilah "gajah" telah dipakai dalam permainan catur kuno. Dalam permainan catur kuno Persia, bidak yang bergerak semacam ini dinamakan fil ("gajah"). Dalam bahasa Rusia bidak ini dinamakan слон (slon), "gajah". Dalam bahasa Inggris bidak ini disebut sebagai bishop ("uskup") dan dalam bahasa Belanda disebut sebagai loper ("pelari", "kurir", "utusan"). Di Indonesia, gajah seringkali dalam bahasa sehari hari secara informal disebut sebagai "menteri".
Kuda dianggap sebagai perwira kecil (seperti gajah) dan bernilai tiga poin. Kuda lebih besar nilainya dibandingkan pion (yang bernilai satu poin), sama nilainya dengan gajah (juga tiga poin), tetapi lebih kecil nilainya daripada benteng (lima poin) dan menteri (sembilan poin).
Kuda melangkah beberapa petak setiap langkah. Kuda dapat melangkah ke atas atau ke bawah satu petak secara vertikal dan lebih dari dua petak secara horizontal ATAU ke atas atau ke bawah dua petak secara vertikal dan satu petak secara horizontal. Langkah ini dapat diingat sebagai "bentuk-L" karena terlihat seperti huruf kapital "L".
Buah catur adalah piranti penting dalam permainan catur, berupa benda-benda berbentuk beragam yang dimainkan di atas papan catur. Buah catur memiliki variasi dalam hal nilai dan kemampuan, sesuai dengan bentuknya. Dalam permainan catur yang umum, seperangkat buah catur terdiri dari raja, menteri, gajah, kuda, benteng, dan pion.
Catur dimainkan oleh dua orang. Seperangkat buah catur yang berwarna lebih terang disebut "putih", dan yang berwarna lebih gelap disebut "hitam". Di samping buah catur standar (umum), ada pula sejumlah variasi catur atau jenis-jenis problem catur tertentu yang dapat memerlukan buah catur semu yang tak lazim.
Masing-masing pemain mempunyai enam belas buah catur. Buah-buah catur yang dimiliki oleh masing-masing pemain memiliki warna yang berbeda: buah catur yang berwarna terang berarti "putih" dan pemain yang memiliki buah catur dengan warna tersebut memainkannya sebagai "Putih", sedangkan buah catur yang berwarna gelap berarti "hitam" dan pemain tersebut memainkannya sebagai "Hitam"
GERAKAN SELURUH BIDAK CATUR
Benteng dapat melangkah secara vertikal ataupun horizontal tanpa harus melompati buah catur lain. Benteng dapat bertukar tempat dengan raja, langkah yang dikenal dengan nama rokade.
Gajah dapat melangkah secara diagonal tanpa harus melompati buah catur lainnya. Karena itu, gajah akan tetap berada di petak dengan warna yang sama.
Ratu atau menteri dapat melangkah secara vertikal, horizontal, ataupun diagonal tanpa harus melompati buah catur lain.
Raja dapat melangkah ke petak di dekatnya. Ketika disekak, raja tidak boleh melangkah ke petak yang diserang oleh buah catur musuh. Raja dapat melakukan rokade, langkah dalam catur yang melibatkan raja melangkah dua petak ke samping, ke arah benteng, dan benteng akan berpindah ke petak yang dilewati oleh raja. Rokade dapat dilakukan asalkan raja dan benteng tidak bergerak sama sekali, raja tidak terkena sekak, raja tidak melangkah sama sekali (atau pada saat terkena sekak), dan tidak ada buah catur yang berada di antara benteng dan raja.
Kuda melangkah dari ujung petak ke ujung petak yang berhadapan dalam daerah dengan ukuran 2×3. Karena langkah tersebut, kuda dapat berganti warna petaknya setiap kali melangkah.
Pion atau bidak dapat melangkah satu langkah ke depan, serta juga melangkah satu atau dua petak ke depan ketika berada di awal langkah. Langkah tersebut mengarah ke buah catur milik lawan. Pion dapat memakan ketika ada satu buah catur yang mengarah ke pion secara diagonal. Pion memiliki langkah memakan pion lawan khusus yang dikenal sebagai en passent. Langkah en passant dilakukan ketika pion maju dua langkah dan kemudian satu langkah ke depan, sehingga ketika pion lawan melangkah dua petak ke depan, yang berada di sampingnya, pion dapat memakannya. Pion dapat menukar dengan buah catur lain seperti ratu, benteng, gajah, atau kuda dengan warna yang sama jika pion mencapai ke baris terakhir milik lawan.
GG bg
ReplyDelete